Dalam hidup ini, ada saat-saat di mana kata-kata tidak lagi cukup untuk mengungkapkan apa yang kita rasakan. Ketika kesedihan datang begitu mendalam—seperti kehilangan orang tua yang dicintai—sering kali kita merasa tertekan dan hampa. Dalam situasi seperti itu, jiwa kita sebenarnya sedang berteriak mencari satu hal sederhana namun penuh kuasa: sebuah pelukan.
Referensi: Homili RD Rafael H. Sirait
Setiap kita pasti memiliki impian dan pencapaian yang ingin diraih dalam hidup. Ada yang mendambakan kekayaan, kekuasaan, bisnis yang...
Pernahkah Anda merasa sangat khawatir tentang hari esok? Tentang sekolah anak-anak, biaya hidup, atau apa yang akan terjadi di masa depan? Pesan Tuhan dalam...
Dasar dari perutusan ini sangat sederhana namun mendalam: Belas Kasih. Yesus melihat orang banyak yang lelah dan telantar seperti domba tanpa gembala, dan Ia tergerak oleh belas kasih. Namun, Yesus tidak ingin bekerja sendirian. Ia memanggil para murid-Nya—termasuk kita—untuk ikut serta dalam tugas-Nya.
Referensi: Homili RD Rafael H. Sirat
Hari ini adalah hari yang sangat istimewa bagi anak-anak kami yang menerima Komuni Pertama, juga bagi Bapak dan Ibu...
Referensi: Homili RD Rafael H. Sirait
Hari ini kita merayakan Hari Raya Tritunggal Maha Kudus, sebuah misteri iman yang sangat khas dalam Gereja Katolik di...
Hari Raya Pentakosta sering kali kita maknai sebagai peristiwa turunnya Roh Kudus yang memberikan karunia bahasa kepada para rasul. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud...
Hari Raya Pentakosta dirayakan 50 hari setelah kebangkitan Tuhan Yesus. Secara historis, peristiwa ini bersentuhan dengan tradisi Yahudi yang merayakan pesta panen, namun bagi...