Jl. Pematang Siantar No.111, Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumut

Menjadi Sahabat Karib Yesus: Ekaristi sebagai “Makanan Favorit” Jiwa Kita

Referensi: Homili RD Rafael H. Sirat

Hari ini adalah hari yang sangat istimewa bagi anak-anak kami yang menerima Komuni Pertama, juga bagi Bapak dan Ibu sebagai orang tua. Dalam Gereja Katolik, Ekaristi bukan sekadar upacara biasa, melainkan sakramen tertinggi yang menjadi pusat dan puncak iman kita. Ibarat makanan favorit yang selalu kita rindukan dan buat kita bahagia saat memakannya, Ekaristi seharusnya menjadi “makanan favorit” rohani yang selalu kita cari dan rindukan kehadirannya.

Apa Artinya Menerima Komuni?

Mungkin anak-anak bertanya, “Untuk apa aku menerima Komuni?” Jawabannya sangat indah: untuk bersatu dengan Kristus. Menerima Tubuh dan Darah-Nya berarti kita menjadi satu visi, satu misi, dan satu tim dengan Yesus.

Bayangkan jika kita harus memilih kelompok. Jika kita sudah memutuskan untuk bergabung dengan “Kelompok Tuhan”, maka kita harus mengikuti aturan dan kebiasaan Tuhan. Kita tidak bisa menjadi “pengkhianat” yang mengaku pengikut Kristus tetapi masih suka melakukan hal-hal yang buruk atau mengikuti kehendak yang jahat. Bagi anak-anak, bersatu dengan Yesus berarti belajar menjadi anak yang baik: tidak lagi membentak orang tua, tidak membantah saat dilarang melakukan hal buruk, dan rajin membantu.

Pesan untuk Orang Tua: Menjadi Teladan Kesetiaan

Bapak dan Ibu yang terkasih, anak-anak ini akan menjadi orang baik jika mereka melihat teladan yang baik dari orang tuanya. Seringkali, kita menjadikan Ekaristi sebagai sampingan saja—datang kalau ada waktu, atau datang hanya saat butuh sesuatu dari Tuhan. Padahal, makna asli Ekaristi adalah Eucharistia, yang artinya ucapan syukur.

Janganlah kita menjadi “penyusup” atau “mata-mata” di dalam Gereja—orang yang fisiknya ada di Misa, tetapi hatinya sibuk dengan hal lain. Beberapa tantangan nyata bagi kita saat ini adalah:

  • Kebisingan Gadget: Jangan biarkan waktu 1,5 jam untuk Tuhan terganggu oleh ponsel atau media sosial, sementara kita bisa tahan berjam-jam bermain HP.
  • Sikap Hidup: Hindarilah kebiasaan buruk seperti judi online atau kata-kata kasar dan kutukan di rumah, karena itu menjadikan kita pengkhianat bagi Tubuh Kristus yang baru saja kita terima.

Sebagai orang tua, berikanlah yang terbaik untuk Tuhan—baik itu waktu, tenaga, maupun pikiran—agar anak-anak Bapak dan Ibu juga layak menerima yang terbaik dari Tuhan.

Janji Tuhan: Hidup yang “Penuh” dan Sempurna

Mengapa kita harus memilih bersatu dengan Tuhan? Karena Tuhan menjanjikan hidup yang kekal. Di dunia ini, kita sering merasa menderita karena hidup terasa “kurang”—kurang kaya, kurang cantik, kurang puas—sehingga manusia sering terjebak dalam keserakahan atau keputusasaan.

Namun, hidup kekal yang dijanjikan Tuhan adalah hidup yang “penuh” dan bahagia secara sempurna. Segala kekurangan dan kekosongan yang kita rasakan di dunia ini akan terpenuhi dalam persatuan dengan-Nya.

Penutup: Mari Menjaga Persatuan Ini

Menerima Komuni Pertama adalah awal dari sebuah perjalanan panjang. Mari kita semua, anak-anak dan orang tua, menjaga agar Tubuh Kristus yang kita terima sungguh-sungguh mengubah hidup kita. Jangan biarkan persatuan kita dengan Yesus hanya berhenti di pintu gereja, tetapi bawalah Ia pulang ke rumah melalui kasih, kejujuran, dan kebaikan hati kita sehari-hari.

Selamat menerima Komuni Pertama. Semoga Tuhan memberkati keluarga kita semua. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel lainnya

Panggilan Menuju Kekudusan

Banyak orang membayangkan bahwa menjadi kudus adalah hal yang sangat rumit dan hanya diperuntukkan bagi mereka yang memiliki catatan sejarah panjang dalam kanonisasi Gereja....

Menghidupi Kehendak Allah dalam Relasi dengan Sesama dan Seluruh Ciptaan

Pernahkah kita sungguh-sungguh merenungkan, ke manakah arah cinta kasih yang kita hidupi setiap hari: apakah ia hanya berhenti pada kenyamanan diri sendiri, ataukah ia...

Berikan kepada Allah Apa yang Menjadi Hak Allah: Menjadi Pembawa Kebaikan di Tengah Dunia yang Rusak

Pernahkah timbul rasa muak dan pertanyaan mendalam di dalam batin kita saat menyaksikan begitu banyaknya ketidakadilan, korupsi, serta penderitaan terjadi di tengah masyarakat ?...

Menjawab Undangan Tuhan: Mengenakan ‘Pakaian Pesta’ Kesungguhan Hati dan Setia Jalani Hidup

Bacaan Kitab Suci : Injil Matius 22:1-14 (Perumpamaan tentang Perjamuan Kawin) Dalam dinamika kehidupan sehari-hari, kita semua tentu mendambakan kedamaian dan sukacita sejati. Namun, tidak...